Pengaturan pola makan pasien obesitas pdf

Patofisiologi Obesitas terjadi karena adanya kelebihan energi yang disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Apabila asupan energi melebihi dari yang dibutuhkan, maka jaringan adiposa meningkat disertai dengan peningkatan kadar leptin dalam peredaran darah.

Oleh sebab itu, mekanisme genetik yang serupa merupakan penyebab obesitas yang mungkin pada manusia.

Aktivitas fisik Kurangnya aktivitas fisik kemungkinan merupakan salah satu penyebab utama dari meningkatnya angka kejadian obesitas di tengah masyarakat yang makmur. Pengkajian a.

Juga kadang sering ditemukan kelainan kulit. Faktor Psikologis gangguan emosi Penelitian penderita obesitas menunjukkkan bahwa sebagian besar obesitas disebabkan oleh faktor psikogenik.

Pada suatu turunan tikus, lemak mudah disimpan dalam jaringan asdiposa, tetapi jumlah lipase peka hormon dalam jaringan asdiposa sangat berkurang, sehingga hanya sedikit lemak yang dapat dikeluarkan. Gangguan pernafasan bisa terjadi pada saat tidur dan menyebabkan terhentinya pernafasan untuk sementara waktu tidur apneusehingga pada siang hari penderita sering merasa ngantuk.

Obesitas juga merupakan suatu keadaan patologis dengan terdapatnya penimbuan lemak yang berlebihan daripada yang diperlukan untuk fungsi tubuh.

Sering ditemukan edema pembengkakan akibat penimbunan sejumlah cairan di daerah tungkai dan pergelangan kaki. Riwayat Identitas Nama: Bagaimana pathway dari obesitas?

Sinyal pendek mempengaruhi porsi makan dan waktu makan, serta berhubungan dengan faktor distensi lambung dan peptida gastrointestinal, yang diperankan oleh kolesistokinin CCK sebagai stimulator dalam peningkatan rasa lapar.

Tanda dan Gejala Anak terlihat sangat gemuk dan umunya lebih tinggi daripada anak normal seumur. Buah dada seolah-olah berkembang.

Keadaan ini jelas menyebabkan jalur satu arah, lemak secaran terus menerus disimpan walaupun tidak pernah dilepaskan. Komplikasi Faktor kesehatan.

ASKEP OBESITAS.docx

Bagaimana etiologi dari obesitas? Gangguan pernafasan bisa terjadi pada saat tidur dan menyebabkan terhentinya pernafasan untuk sementara waktu tidur apneusehingga pada siang hari penderita sering merasa ngantuk.

Banyak anak dipaksa mengikuti kebiasaaan ini oleh para orang tua yang terlalu bersemangat, dan anak-anak terus melanjutkan kebiasaan tersebut sepanjang hidupnya. Obesitas sedang: Lesi yang sedemikian juga menyebabkan kelebihan produksi insulin, yang selanjutnya meningkatkan penyimpanan lemak.

Demikian pula sebaliknya bila kebutuhan energi lebih besar dari asupan energi, maka jaringan adiposa berkurang dan terjadi rangsangan pada orexigenic center di hipotalamus yang menyebabkan peningkatan nafsu makan.

Sedangkan pada pria biasanya lemak menimbun di sekitar perut, sehingga memberikan gambaran seperti buah apel. Seseorang yang cenderung mengkonsumsi makanan kaya lemak dan tidak melakukan aktivitas fisik yang seimbang, akan mengalami obesitas.

Obesitas meningkatkan risiko terjadinya sejumlah penyakit menahun seperti: Juga kadang sering ditemukan kelainan kulit. Komplikasi Faktor kesehatan. Faktor Psikologis gangguan emosi Penelitian penderita obesitas menunjukkkan bahwa sebagian besar obesitas disebabkan oleh faktor psikogenik.

Kedua tungkai umumnya berbentuk huruf x dengan kedua pangkal paha bagian dalam saling menempelmenyebabkan laserasi dan ulserasi yang dapat menimbulkan bau yang kurang sedap.

Penimbunan lemak yang berlebihan dibawah diafragma dan di dalam dinding dada bisa menekan paru-paru, sehingga timbul gangguan pernafasan dan sesak nafas, meskipun penderita hanya melakukan aktivitas yang ringan.penyebab obesitas, 3) Latihan senam aerobik dan pengaturan pola makan.

Data Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan metode statistik uji t. ยท Untuk klien dengan obesitas, harus lebih mengutamakan pengaturan pola makan yang baik untuk menghindari kemungkinan buruk yang bisa terjadi. 3. Dalam perawatan klien, sebaiknya banyak melibatkan orang terdekat klien, mulai dari keluarga.

Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan pola makan (p= 0,) dan aktivitas fisik (p= 1,) dengan kejadian obesitas mahasiswa Jurusan Gizi Politeknik.

Untuk klien dengan obesitas, harus lebih mengutamakan pengaturan pola makan yang baik untuk menghindari kemungkinan buruk yang bisa terjadi. 3. Dalam perawatan klien, sebaiknya banyak melibatkan orang terdekat klien, mulai dari keluarga, mulai dari keluarga,abat samapi teman akrab npgwebsolutions.com: ALBADAN.

kelainan kompleks pengaturan nafsu makan dan metabolisme energi yang dikendalikan oleh beberapa faktor biologik spesifik. Faktor genetik diketahui sangat berpengaruh bagi perkembangan penyakit ini.

Secara fisiologis, obesitas didefinisikan sebagai suatu keadaan dengan akumulasi lemak yang tidak normal atau berlebihan di jaringan adiposa sehingga dapat mengganggu kesehatan. Keadaan obesitas. konsep dasar penyakit, konsep asuhan keperawatan, satuan acara penyuluhan, satuan operasional prosedur, leaflet dan posterfull description.

Pengaturan pola makan pasien obesitas pdf
Rated 4/5 based on 35 review